Review Samsung Galaxy M11

Review berdasarkan user experience setelah 1 minggu pemakaian. Kali aja ada yang kepengen beli ini hp tapi masih mikir dan butuh review dari orang yang udah makai duluan

enjoygaes.com Device : Samsung Galaxy M11 / SM-M115F, rilis Mei 2020. Beli di Samsung official Shopee di harga flash sale 1,5 juta. Harga asli 1,8 juta

Dimensi : 161.4 x 76.3 x 9 mm. Sama lah dengan handphone yang trendy sekarang

Berat : 197 g, berasa lebih berat dibandingkan handphone lain yang sekelas. Bahkan lebih berat 4,5 gram dibandingkan Vivo Y20 dengan panjang dimensi yang lebih besar sedikit

Bahan yang digunakan untuk bodynya juga biasa, plastik dengan lapisan doff. Minusnya, sidik jari kita mudah nyeplak di backdoor, bisa diakali dengan beli softcase. Handphone ini mendukung dual SIM dengan jaringan 4G, belum 5G (ya gapapa sih, lagian juga 5G belum banyak ada di Indonesia)

Layarnya PLS IPS 6,4 inc Infinity-O Display dengan model kekinian "punch hole", RAM 3/32, USB type-C, center fingerprint, audio jack 3,5" di bagian atas, baterai 5000 mAh ditopang dengan fast charging bawaan, tiga kamera belakang dengan resolusi 13 mp + 5 mp + 2 mp dan kamera depan 8 mp, lumayan lah untuk daily driver saya sebagai ojol.

Samsung M11 yang saya pegang udah dilengkapi dengan Android 11 dan One UI versi 3.1. Dan yang menarik, handphone ini ditopang dengan chipset Qualcomm Snapdragon 450 (bukan Mediatek Helio P35, ingat itu). Octa core 1,8 GHz dengan GPU Adreno 506. Lumayan mantep lah

Review pribadi

Semua kelengkapan yang ada di hp ini bisa dikatakan cukup untuk penggunaan biasa saat ini.

Saya pakai handphone ini buat ojol, dan hasilnya memuaskan. Penangkapan sinyal bagus, sistem kamera juga cepet (gak nge-freeze). Baterai 5000 mAh tanpa charging, saya pakai handphone untuk ngojek onlen dengan kondisi layar menyala sedang dan durasi nyalanya cukup konstan dari jam 9 pagi, istirahat jam 2-4 sore, lanjut hingga 9 malam, itu baterai masih sisa 35%. Fingerprint yang lumayan cepet. Awet banget buat pemakaian ojol atau pemakaian lainnya.

Dan yang paling saya suka ada pada kamera nya. Wide angle yang mateng, juga resolusi kamera utama dan pendukung yang mumpuni. Hasil fotonya juga natural, ga terlalu bagus, juga ga terlalu jelek

Test game : belum dicoba buat ngegame apapun, nanti deh

Minus

Banyak aplikasi ghoib yang berjalan, RAM 3 GB hanya tersisa maksimal 1,5 GB, bahkan kadang kurang dari 1 GB kalau lagi lupa non-aktifin aplikasi. Hal ini sedikit mengganggu ketika lagi ngejalanin aplikasi ojol, Maps nya nge-lag, tapi sebentar doang. Cara ngakalin nya ya, cukup nutup semua aplikasi yang ada.

Penyimpanan bawaan cuma 32 GB, dikurangi aplikasi sistem bawaan, tinggal tersisa 17 GB. Jadi ga bisa nyimpen data banyak. Cukup beli microSD aja, insyaallah masalah ini kelar

Minus lainnya adalah, dengan harga 1,8 juta (sekarang udah turun), sebenernya ada handphone yang lebih worthy, sebut aja Infinix Hot 10 atau Note 10, atau Redmi 9T. Minimalnya, harga 1,8 juta itu udah bisa dapet yang RAM 3/64 dengan processor yang lebih baik dari SDM 450. Tapi disinilah bagusnya Samsung, dia tetap bertahan dalam pasarnya, dalam nama besar, dan dalam pelayanannya. Sepengalaman gua, gaada yang lebih baik user experience selain Samsung dan Vivo, itupun kalau lu memakai secara keseluruhan dengan benar

Tapi dibalik itu semua, gua ga pengen banyak komentar juga. Hp dibawah 2 juta dengan spek low entry begini ya bersyukur aja masih bisa beroperasi dengan normal

Dah, segitu aja dulu review nya, kalau ada yang kurang dari review ini boleh ditambahkan. Terima kasih udah dikasih kesempatan sharing

Previous Post Next Post