Mengenal Laporan Keuangan Reksadana


Selama ini, untuk instrumen investasi seperti Saham dan Obligasi, Investor bisa mendapatkan informasi kinerja perusahaam melalui publikasi laporan keuangan di media massa. Tahukah anda, bahwa reksa dana juga memiliki Laporan Keuangan. Dimanakah investor bisa menemukan Laporan Keuangan Reksa Dana dan bagaimana cara membaca laporan keuangan reksa dana?

Tempat dimana kita bisa menemukan laporan keuangan adalah pada Prospektus Pembaharuan. Yang dimaksud dengan prospektus pembaharuan reksa dana adalah informasi pembaharuan prospektus yang Wajib dibuat setiap tahun dan umumnya diterbitkan sekitar bulan Maret atau April, namun biaya percetakan dan pembuatan dokumen ini tidak lagi ditanggung oleh Manajer Investasi melainkan ditanggung oleh investor reksa dana. Investor tidak membayar langsung, namun biaya tersebut dibebankan dengan mengurangi Nilai Aktiva Bersih reksa dana.

Satu-satunya perbedaan utama antara Prospektus dengan Prospektus Pembaharuan adalah pada prospektus pembaharuan wajib disertakan juga Laporan Keuangan Reksa Dana. Disinilah investor bisa menemukan informasi lengkap mengenai hasil audit akuntan terhadap pengelolaan reksa dana selama 1 tahun terakhir. Berbeda dengan emiten yang diaudit dan dipublikasikan setiap 3 bulan, publikasi terhadap hasil audit reksa dana dilakukan setiap 1 tahun.

Laporan Keuangan Reksa Dana terdiri dari:

Laporan Aset dan Kewajiban yang menginformasikan posisi aset, kewajiban, jumlah unit penyertaan dan Nilai Aktiva bersih per Unit Penyertaan perusahaan.

Laporan Laba Rugi Operasi yang mencatat pendapatan dan beban investasi yang ditanggung reksa dana

Laporan Perubahan Aset Bersih yang menunjukkan transaksi subscription dan redemption reksa dana.

Informasi mengenai laporan keuangan reksa dana amat berbeda dengan laporan keuangan emiten pada umumnya. Oleh karena itu, pada bagian penjelasan dibuat pula ikhtisar rasio keuangan yang dapat digunakan oleh investor ataupun Manajer Investasi untuk mempermudah interprestasi terhadap pengelolaan reksa dana.

Ikhtisar Rasio Keuangan dari suatu reksa dana saham pada prospektus pembaharuan adalah sebagai berikut:

Hasil Investasi dan Hasil Investasi Setelah Memperhitungkan Beban Pemasaran sama halnya seperti Return 1 tahun dan Return Riil 1 tahun yang dipublikasikan setiap hari di koran. Return diperoleh dari selisih NAB/up Awal dan Akhir, sementara yang dimaksud dengan Hasil Investasi Setelah Memperhitungkan Beban Pemasaran adalah tingkat return yang disesuaikan lagi dengan Biaya Subscription dan Biaya Redemption yang tercantum dalam prospektus. Sehubungan dengan pengenaan biaya yang bervariasi dalam praktek kesehariannya, investor cukup memperhatikan Hasil Investasi saja ketika ingin membandingkan reksa dana tersebut dengan reksa dana lain sejenis.

•Baca Juga Mengenal Desentralisasi Pada Bockchain

Beban Operasi (Expense Ratio) adalah perbandingan antara beban operasi dalam satu tahun dengan rata-rata nilai aset bersih dalam satu tahun. Bila jumlah bebasn menunjukkan masa kurang dari 1 tahun, maka beban tersebut harus dikalikan dua belas dan dibagi dengan jumlah bulan dalam periode tersebut. Expense ratio menunjukkan seberapa “mahal” Manajer Investasi dalam menjalankan suatu reksa dana. Jika misalnya Manajer Investasi melakukan strategi pengelolaan aktif sehingga menimbulkan biaya transaksi yang tinggi, pemilihan broker dengan biaya yang mahal, pengenaan biaya manajemen dan kustodian yang tinggi, dan atau biaya administrasi dan penggunaan konsultan yang tidak efisien, maka umumnya Expense ratio akan terlihat besar. Sebaliknya jika dijalankan dengan efisien maka rasio tersebut akan semakin kecil.


Perputaran Portofolio (portfolio turnover) adalah perbandingan antara nilai pembelian atau penjualan portofolio dalam satu periode mana yang lebih rendah dengan rata-rata nilai aset bersih dalam satu tahun. Angka 0,49 : 1 atau 49% secara sederhana dapat diartikan bahwa 49% dari total aset yang dikelola suatu reksa dana ditransaksikan dalam 1 tahun.


Oleh karena itu, indikator ini merupakan indikator yang paling tepat dalam mengukur agresifitas pengelolaan reksa dana oleh Manajer Investasi. Semakin besar perputaran portofolio menandakan pengelolaan portofolio oleh Manajer Investasi semakin agresif dan sebaliknya.

Persentase Penghasilan Kena Pajak adalah perbandingan antara penghasilan selama satu periode yang mungkin dikenakan pajak dengan pendapatan operasional bersih. Saya tidak menemukan penjelasan lebih lanjut mengenai item ini. Namun mengingat pendapatan reksa dana oleh investor adalah <a>Bukan Objek Pajak,</a> maka sebetulnya saya tidak terlalu konsen terhadap item ini. JIka ada teman2 yang lebih mengerti tentang topik ini, dipersilakan untuk sharing disini.

Dari seluruh ikhtisar rasio di atas, selain tingkat return, faktor yang seharusnya menjadi perhatian investor adalah Expense Ratio dan Portfolio Turnover. Expense ratio mengukur seberapa efisien dalam mengelola reksa dana dan Portfolio Turnover mengukur seberapa agresif Manajer Investasi dalam mengelola portofolio investasinya. Logikanya, jika Expense Ratio dan Portfolio Turnover lebih tinggi dibandingkan reksa dana sejenis, maka seharusnya reksa dana tersebut juga diharapkan memberikan tingkat return yang lebih tinggi dan sebaliknya.

Prospektus Pembaharuan dan Laporan Keuangan Reksa Dana merupakan salah satu bentuk Good Corporate Governance dan Compliance daripada Manajer Investasi dan Reksa Dana. Sebab selain diharuskan menghasilkan kinerja yang baik, tentu aspek transparansi juga harus diperhatikan. Toh, seluruh biaya tersebut ditanggung secara tidak langsung oleh investor reksa dana, sehingga jika ada Manajer Investasi yang tidak melakukan dan mempublikasikan informasi tersebut bisa dipertanyakan komitmennya.


Mengenal Apa Itu Trading Forex dan Kekurangannya Sebagai Investasi


Mendengar kata “Forex”, mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang asing didengar. Wajar jika Anda merasa asing, karena istilah ini memang lebih lekat dengan orang-orang yang sudah cukup berpengalaman di dalam dunia investasi. Forex atau Foreign Exchange memiliki makna sebagai transaksi mata uang asing. Di Indonesia sendiri, forex lebih dikenal dengan nama valas atau valuta asing Lalu, apa itu trading forex? 


Jika Anda mulai memiliki rasa penasaran apa itu trading forex, trading forex merupakan sebuah salah satu produk investasi dengan aktivitas jual beli mata uang asing. Aktivitas jual beli valuta asing yang dikenal dengan nama trading forex ini menawarkan keuntungan yang menarik. Mungkin Anda berpikir bahwa saat Anda menukarkan uang ke money changer, itu merupakan aktivitas trading forex. Namun, sebetulnya penjelasannya akan lebih kompleks. Jadi apa itu trading forex dan apa perbedaannya dengan penukaran mata uang asing?


Apa itu trading forex? Secara umum, forex merupakan transaksi menukarkan mata uang negara tempat Anda tinggal dengan mata uang negara asing pilihan Anda. Selain itu, kebutuhan forex biasanya bersifat personal atau pribadi, salah satunya sebagai alat pembayaran di negara lain yang akan dikunjungi. Jadi, jika Anda menukarkan uang di money changer, aktivitas tersebut dapat disebut sebagai foreign exchange. Sedangkan trading forex memiliki pengertian yang berbeda. 


Apa itu trading forex? Trading forex merupakan aktivitas jual beli mata uang asing yang biasanya dilakukan secara online. Tujuan dari trading forex sebagai investasi sendiri adalah mencari keuntungan dari selisih angka penjualan yang dilakukan. Biasanya yang melakukan aktivitas trading forex ini dikenal dengan istilah trader.


Apa itu trading forex dan risiko sebagai sebuah investasi?


Sebagai salah satu instrumen investasi, selain menawarkan keuntungan, trading forex juga memiliki risiko tersendiri. Sebelum memulai belajar mengenai apa itu trading forex, ada baiknya Anda mengetahui profil risiko yang ditawarkan oleh salah satu bentuk investasi ini.

Manajer investasi merupakan sebuah manajemen atau lembaga profesional yang memiliki tugas sebagai pengelola kegiatan atau aktivitas investasi yang Anda lakukan, salah satunya termasuk reksadana. Dengan kelebihan berinvestasi dengan reksadana yang mudah dimengerti dengan risiko lebih minim daripada risiko dan pemahaman dengan trading forex tersebut, menjadi kekuatan untuk menarik perhatian investor muda atau pemula untuk mulai berinvestasi. Namun, pilihan instrumen investasi dikembalikan kepada Anda sesuai dengan risikonya. 

Setelah memahami apa itu trading forex dan apa itu reksadana, secara singkat, reksadana cocok sebagai instrumen investasi bagi Anda yang ingin memulai sebagai investor pemula, Anda cukup menyetorkan atau mempercayakan modal investasi Anda kepada pihak manajer investasi. Biasanya manajer investasi ini dikelola dan diselenggarakan manajer investasi. Pihak terkait nantinya akan membantu Anda untuk memilih dan membeli reksadana yang diinginkan. Setelah berhasil melakukan transaksi, selanjutnya Anda hanya perlu memerhatikan pergerakan dan perkembangan investasi Anda sembari menambah dana, layaknya menabung. Maka dari itu, reksadana cocok sebagai produk investasi bagi pemula dan Anda yang belum punya cukup waktu mengelola investasi secara mandiri.

http://bit.ly/3dHUEcN

Previous Post Next Post