Ulasan (Review) SONY XPERIA 1 Menurut Seorang Pengguna XPERIA XZ1

Unit limbah jepang yang saya miliki merupakan unit dari provider AU (Xperia 1 dan XZ1). Lama penggunaan kurang lebih 2 minggu untuk Xperia 1, dan 1 tahun untuk Xperia XZ1. Impresi saya setelah menggunakan Xperia 1 adalah sebagai berikut

BODY DAN BUILD QUALITY

Xperia 1 mempunyai body yang ramping dan tipis. Berkat rasio layar 21:9, smartphone ini terasa sangat enak di tangan. Lebar smartphone ini pun tidak jauh berbeda dari XZ1. Bahkan bisa dikatakan lebih “kurus”. Layar 6.5” di Xperia 1 juga tidak terasa besar dibanding 5.2” milik XZ1 dikarenakan aspek rasio yang memanjang tadi. Desain yang digunakan juga khas Sony, mengotak gimana gitu. Tidak seperti XZ2 dan XZ3 yang sering dibilang “hilang ciri khas ke-Sony-an nya”. Build Quality kedua hp ini terasa sangat solid, yang benar benar menunjukan kalo hp ini (ex) flagship. Kedua hp ini juga dibekali sertifikasi IP68 dengan beberapa catatan khusus untuk Xperia 1 yang akan diperjelas lebih lanjut. 

LAYAR

Xperia 1 mengusung layar OLED dengan resolusi 1644 x 3840 dengan aspek rasio 21:9 dengan ukuran 6.5”. Namun resolusi layar ini akan turun ke 1096 x 2560 ketika sedang tidak digunakan untuk menonton konten 4K / UHD untung menghemat baterai, mengingat baterai smartphone ini yang hanya 3330mAh. Dibandingkan dengan XZ1 saya, layar di Xperia 1 terasa sangat “crisp” (yaiyala FHD vs 4K). Gambar terutama warna yang dihasilkan sungguh memukau mata saya ketika pertama kali melihat tampilan layarnya. Contrast rasio yang bagus berkat layar berteknologi OLED sangat memanjakan mata saya yang terbiasa oleh layar IPS XZ1. Fitur Always-On Display juga sangat berguna bagi saya. Melihat jam dan tanggal tidak perlu menekan tombol power untuk menyalakan layar. Melihat konten vertical juga lebih nyaman berkat layar 21 : 9 yang memanjang sehingga sebagian besar isi konten bisa tampil dalam satu layar.

PERFORMA

Dibekali dengan chipset Snapdragon 855, merupakan chipset mantan flagship 2 tahun lalu. Bagi saya, chipset ini masih sangat bertenaga di tahun 2021 ini mengingat penggunaan saya hanyalah medsos dan youtube-an. Game pun hanya 2, Call Of Duty Mobile dan Genshin Impact dan hanya saya mainkan paling 2 hari sekali selama kurang lebih 30 menit – 1 jam dengan set framerate 60fps dan settingan low-mid. Dibandingkan XZ1, Xperia 1 memiliki system thermal throttling yang jauh lebih bagus daripada XZ1. Performa dari Snapdragon 855 jadi lebih terasa. Suhu ketika main game bisa sampai 65-70 derajat Celsius, sedangkan XZ1 mentok hanya 40-48 derajat Celsius. Tak hanya game, medsos pun stuttering saat XZ1 saya sudah mencapai suhu tersebut. Sehingga, kemampuan Snapdragon 835 di Xperia XZ1 kurang terlalu “keluar”. Apakah Xperia 1 panas? Ya, tapi saya gak peduli. Mending panas daripada lemot hpnya kena thermal throttling yang lawak.

PENYIMPANAN

Kedua smartphone mempunyai penyimpanan sebesar 64GB dengan UFS 2.1. Bagi saya, 64GB terasa sesak untuk di tahun 2021 ini. Oleh karena itu, saya menambahkan kartu MicroSDHC Sandisk Extreme A1 sebesar 32GB untuk menyimpan foto, video dan musik. Kenapa Cuma 32GB? Ya karena itu memori nemu wkwkwkwk yodah akhirnya dipake aja.

BATERAI DAN SOT

Xperia 1 mempunyai baterai sebesar 3330mAh dengan fast charging Power Delivery 2.0. Sedangkan Xperia XZ1 mempunyai baterai sebesar 2700mAh dengan Quick Charge 3.0. Dikarenakan unit yang saya punya merupakan hp limbah, tentu battery healthnya sudah berkurang kira kira 20% dari kapasitas asli. SOT kedua hp menurut saya kurang lebih sama, 4 – 5 jam. Pengecasan hanya memakan waktu kurang lebih 1-1,5 jam dari 5% sampai 100%. Powerbank adalah barang wajib ketika menggunakan hp ini.

KAMERA

Kamera Xperia 1 terasa seperti downgrade dari XZ1 dalam urusan detail karena hanya mempunyai sensor 12MP. Tidak seperti XZ1 yang menggunakan sensor 19MP. Dalam urusan video pun tidak ada perbedaan yang signifikan bagi saya. 4K masih 30fps, 1080p 60fps, sama saja. Namun, Xperia 1 mempunyai 3 buah kamera yang benar benar terpakai semua (Main, Tele 2x, Wide). Bukan semacam Depth sensor atau apalah itu. Xperia 1 juga mempunya fitur tambahan yaitu aplikasi “Cinema Pro” yang membolehkan kita untuk membuat video khas kamera cinema dengan rasio 21 : 9 , LOG color profile, manual exposure dan lensa yang bisa diganti (16mm f2.4, 26mm f1.6, dan 52mm f2.4). Namun sayangnya, White Balancenya tidak bisa diatur dengan satuan Kelvin.

AUDIO

Speaker stereonya kurang lebih sama saja kualitas suaranya dengan XZ1 menurut saya. Tidak ada “improvement” yang berarti. Freq mid maju, dengan bass yang so-so. Masih kalah sama S8+ ataupun Oppo F5 yang mono dalam segi kualitas suara. Untuk urusan headphone jack, well smartphone ini gak ada, jadi gak bisa dibandingin sama XZ1 wkwkwkwk. 

KELUHAN - KELUHAN

FINGERPRINT

Kedua hp ini memiliki fingerprint di samping kanan dengan lokasi yang hampir sama. Namun, power button Xperia 1 tidak menyatu dengan FPnya. Tidak seperti XZ1 yang menyatu dengan FP. Kecepatan FP Xperia 1 juga terasa seperti downgrade dari XZ1. Sering tidak mengenali jari saya terutama ketika agak berkeringat. 

KONEKSI / SINYAL JARINGAN SELULER

Sesuai rumor yang beredar, bahwa device dari provider AU mempunyai masalah yaitu sinyal yang lemah. Tak terkecuali pada kedua device saya. Sinyal yang harusnya 4 bar pada daerah tertentu hanya muncul 1-3 bar saja. Maklum, menurut beberapa sumber, AU menggunakan frekuensi yang berbeda dengan provider di Indonesia.

IP RATING DAN PRESSURE UP

Unit Xperia 1 yang saya dapat pressurenya bila ditekan hanya sampai 1006-1007 lalu turun ke 994-1000 dalam keadaan masih ditekan. Tidak seperti XZ1 saya yang bisa sampai 1035-1040. Namun, setelah mengadakan beberapa diskusi dengan user limbah Xperia 1 lain, walaupun pressurenya hanya naik sedikit lalu turun lagi ketika ditekan, hpnya masih bisa dikatakan “waterproof”. Hal ini terjadi sejak Xperia XZ2 keatas yang mengalami isu yang sama, namun masih bisa dicelup ke air. Saya pribadi tidak akan mencoba hal tersebut dikarenakan terdapat semacam “gap” diantara kaca kamera dengan backdoor belakang, sehingga akan membolehkan air masuk kedalam jeroan unit hpnya dan secara teori akan menyebabkan kerusakan pada hpnya.

Apakah Xperia 1 worth it untuk dibeli?

Jawabannya adalah, ya tergantung anda sendiri wkwkwk. Kalau mau coba layar 21:9 4K di hp, mungkin hp ini bisa jadi pertimbangan mengingat harganya yang sudah turun (Saya dapet harga 2.8jt kondisi 98% mulus no shadow). Namun, keep in mind kalo ini hp bekas, limbah pula, jadi pastikan siap dengan resiko begal imei, gacha unit, baterai kecil dll jika ingin membeli.

Previous Post Next Post