Ulasan Tentang Chipset Apple A15 Bionic (iPhone 13)


Ulasan Tentang Chipset Apple A15 Bionic (iPhone 13)

Apple mengumumkan jajaran ponsel iPhone 13 baru yang menggunakan SoC Bionic A15 milik Apple. Apple telah mengklaim bahwa SoC barunya ini lebih cepat dari semua pesaingnya di pasar. Dan terutama, Qualcomm Snapdragon.

Dari bocoran yang kita lihat, apakah mungkin, klaim bahwa A15 menawarkan 50% performa yang lebih tinggi dari kompetisi ini benar adanya.

Hal yang perlu diingat di sini adalah bahwa Snapdragon 888 sudah tertinggal dari CPU Bionic A14 Apple yang merupakan bagian dari iPhone 12 Pro (yang masing-masing mencetak 1600 dalam skor single-core dan 4100 dalam skor multi-core). Dan itu di saat iPhone 12 diluncurkan bahkan sebelum Snapdragon 888 diumumkan secara resmi.

Jika kita membandingkan Snapdragon 888 dan A15, maka A15 memiliki kecepatan clock 13% lebih tinggi yaitu 3200x2840MHz. A15 juga memiliki arsitektur set instruksi yang lebih baik. Lihatlah perbedaan antara skor tunggal dan multi-core dari kinerja CPU untuk keduanya-

Berbicara tentang GPU, Apple telah memberikan peningkatan hingga 20% ke A15. Sedang meskipun Snapdragon 888 memberi peningkatan 35% tahun lalu, itu masih di belakang Apple dalam soal kinerja. 

Untuk diingat: Ini hanyalah bocoran bocoran yang diperoleh dari uji coba sementara Geekbench 5. Sampai ada publik figur yang melakukan pengujian serupa untuk aktivitas sehari2, harap jangan terlalu ditelan mentah-mentah

Sumber pengujian: Geekbench 5 metric

•Performance core: 3240 Mhz x2 (3180 Mhz jika keduanya aktif), Efficiency core: 2016 Mhz x4, N5P node, L2 cache 12MB, SLC 32MB, GPU 4 core (iPhone 13) atau 5 core (13 Pro), LPDDR4X, NAND Flash memory



•Design chip nya masih berbasis ARMv8, jadi bisa dibilang lawas krn ARM sudah mengumumkan ARMv9 yang lebih efisien dan memiliki banyak fitur. Ini krn desainer chip Nuvia sudah memutuskan kontrak sama Apple dan pindah ke Qualcomm.



•Performance per watt Apple masih tertinggi. Bisa dibilang A15 masih chip paling efisien dibandingkan SD888, Dimensity 1200, apalagi Exynos 2200 (menurut SPECint).



•GPU performance ditunjukan di tabelnya. TDP iPhone 13 Pro masih besar, tapi performa nya juga sangat tinggi, mengalahkan GPU di Exynos 2200 maupun SD888. Untuk bulat yang ber strip adalah peak power, sedangkan yang solid (berwarna) adalah power pas thermal throttling.

•Sayangnya, desain motherboard Apple bisa dibilang cukup buruk, terutama untuk seri 13 Pro. Lokasi processor nya terletak terlalu dekat sama modem, ditengah2 PCB dan ketebalan nya padat. Jadi susah buang panasnya. Sudah ada beberapa review dimana iPhone 13 Pro throttling nya berat. Tapi, meskipun throttling performa dia masih lebih tinggi daripada pesaing2nya. Yang penting jangan maksa main game berat dengan mobile data (bakal throttling berat)

•Untuk perbandingan game, tidak apple to apple untuk game traveler ngocok. Menurut article, beberapa efek visual tidak ada di Android, dan resolusi in-game nya masih lebih tinggi di iPhone (berkat dynamic resolution scaling di Android), jadi gw penasaran apakah tech reviewer seperti Golden Reviewer masih bisa dipercaya (menurut gw tidak).



Kesimpulan? Chip yang sangat hebat, tapi gw memang berharap sedikit lebih baik untuk A15, terutama pengunaan LPDDR5 dan desain PCB nya

https://sfile.mobi/sJb6scz6mG7

Previous Post Next Post